Tampilkan postingan dengan label my novels. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my novels. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 September 2013
Kamis, 12 September 2013
The Truth About Forever

Sekian tahun aku bertanya-tanya , untuk apa aku dilahirkan?Yogas sadar, ia sudah “mati” sejak divonis mengidap penyakit itu. Semua orang menjauhinya, termasuk keluarga serta teman-temannya. Satu-satunya alasan mengapa ia masih bertahan adalah dendam terhadap orang yang dianggapnya bertanggung jawab atas semua ini. Orang yang dulu sangat dekat dengannya. Lalu ia diam-diam pergi ke Jogja untuk mencari orang itu dan menyelesaikan semuanya. Bahkan kalau perlu mati bersama.
Dan, sekarang aku tahu jawabannya.
Untuk bertemu denganmu. Untuk membuat perubahan. Dan, untuk hidup bersama perubahan itu.
Penolakan dari orang-orang disekitarnya telah membuat Yogas menjadi sosok yang antipatik. Ia sengaja menghindari kedekatan emosional dengan manusia manapun. Selama ini ia berhasil dengan sikap sadisnya itu. Hingga ia bertemu Kana, ponakan pemilik kost yang kampungan dan bercita-cita menjadi penulis. Kana menunjukkan perhatian yang tulus, yang sebenarnya sangat diharapkan Yogas. Namun ia sadar, ia hanya akan membuat Kana menderita.
Kita nggak punya masa depanBerkali-kali Yogas menyakiti Kana agar ia menyerah. Dan berkali-kali pula gadis itu kembali dengan perhatiannya. Kali ini Yogas benar-benar dilanda kebimbangan.
Kebencian membuatmu kesepian.
Keterangan Buku :
Judul Buku : The Truth About Forever
Penulis : Orizuka
Editor : Gita Romadhona
Penerbit : Gagasmedia
Tahun terbit : 2013 (cetakan ke-2)
Format : 304 halaman Paperback
Genre : Romance
to Tokyo to Love
Judul: to Tokyo to LovePengarang: Mariskova
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Resensi :
Everybody has a dream. Bagi Nina, mimpinya adalah memiliki kehidupan yang sempurna: tinggal di rumah, membesarkan anak-anak, mengurus keluarga, melayani suami, dan sebagai hasilnya mendapatkan suami yang memandangnya dengan mata dipenuhi pendar-pendar cinta. Kehidupan sempurna yang ia lihat dimiliki mamanya.
Mimpinya hamper menjadi kenyataan. Namun sesaat sebelum pernikahannya, Ian Prayogo, tunangannya, memberi kabar buruk: ia punya affair dengan mantan pacarnya dan harus segera menikahi perempuan itu.
Nina harus mengubur mimpinnya. Tanpa impian, tanpa cinta, dan tanpa jiwa, ia pergi ke Jepang untuk melupakan Ian. Di Tokyo, Nina berusaha menata hatinya kembali. Yang menjadi penghiburannya adalah seorang laki-laki misterius bersetelan jas hitam yang ia temui setiap hari di kereta dan seorang laki-laki sahabat maya bernama Takung, yang belum pernah ia temui.
Sedikit demi sedikit, Nina mampu berjalan tegak. Semua itu karena dukungan dari sahabat mayanya dan rasa cintanya yang tumbuh bersemi kepada laki-laki misterius di kereta. Namun, ketika Nina hampir mampu melupakan masa lalunya, Ian datang ke hadapannya, memintanya kembali ke pelukannya. Dan dia tidak sendiri. Karina, istri Ian, juga datang menemuinya, memintanya menjauhi suaminya, atau ia akan membunuhnya….
I FOR YOU
Suatu hari dalam
hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang
memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap
malam, bayangmu menari-nari dalam benakku.Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.
Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.
Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu...
After School Club

"Anak-anak yang ikut kelas itu nyebut diri mereka sendiri dengan After School Club. Mereka, kan, klub paling norak yang ada di sekolah kita. Klub itu isinya orang-orang dodol semua... Mereka tuh semuanya bego, itu sebabnya mereka disuruh masuk kelas After School."
After School Club, adalah kelas yang diadakan setiap pulang
sekolah, berisi anak-anak dengan nilai yang buruk dan membutuhkan
pelajaran tambahan. Kelas After School ini cukup dikenal sebagai kelas
yang berisi sekumpulan anak dodol. Putra, seorang cowok yang
populer di sekolahnya dan mendapat julukan Pangeran, belakangan ini
mengalami penurunan nilai. Hal ini disebabkan karena ia tidak pernah
benar-benar belajar dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk
bermain game. Oleh karena itulah, seorang guru memutuskan agar
Putra mengikuti kelas After School untuk membantu memperbaiki
nilai-nilainya. Bagi Putra, masuk ke kelas After School adalah sesuatu
yang amat memalukan; terlebih lagi saat ia mengetahui sekumpulan
anak-anak aneh bin ajaib yang berada di dalam kelas tersebut. Namun ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat ia akan banyak berubah karena After School Club.
Cleo, seorang cewek dengan rambut pendek
berponi, adalah ketua kelas After School Club. Sejak awal Putra masuk ke
kelas After School, ia sudah mendapat berbagai macam sambutan dan
keusilan dari murid-murid di kelas tersebut - terutama Cleo. Tak butuh
waktu lama hingga Cleo memanggil Putra dengan sebutan Puput dan
seringkali mencubit pipi cowok itu. Di luar kelas After School pun, Cleo
melakukan hal yang sama terhadap Putra; menggagalkan usaha Putra untuk
menyembunyikan identitasnya sebagai murid kelas After School. Meskipun begitu, Putra mau tak mau harus mengakui bahwa ia mulai merasa nyaman berada di antara murid-murid After School Club.
Putra hidup berkecukupan di rumah besar sehari-hari, tetapi itu bukan berarti ia tidak menghadapi masalah. Ia harus memikirkan masa depannya, karena ia tidak mau jalan hidupnya terus-menerus ditentukan oleh Ayahnya. Selain permasalahan tersebut, Putra harus menghadapi berbagai macam keusilan murid After School Club karena Cleo - sang ketua kelas - menyukainya. Cleo dan Putra terkadang bahkan harus berada dalam situasi yang menegangkan karena tindakan teman-teman mereka. Lalu apa yang akan menjadi pilihan masa depan Putra? Dan apakah Putra akan membalas perasaan Cleo terhadapnya?
"Anak-anak ini memang sangat easy going. Semuanya ditanggapi dengan santai. Saking santainya, Putra sampai merasa iri kepada mereka. Mereka tampak tidak punya beban dan tidak keberatan dianggap bodoh oleh semua orang."
Putra hidup berkecukupan di rumah besar sehari-hari, tetapi itu bukan berarti ia tidak menghadapi masalah. Ia harus memikirkan masa depannya, karena ia tidak mau jalan hidupnya terus-menerus ditentukan oleh Ayahnya. Selain permasalahan tersebut, Putra harus menghadapi berbagai macam keusilan murid After School Club karena Cleo - sang ketua kelas - menyukainya. Cleo dan Putra terkadang bahkan harus berada dalam situasi yang menegangkan karena tindakan teman-teman mereka. Lalu apa yang akan menjadi pilihan masa depan Putra? Dan apakah Putra akan membalas perasaan Cleo terhadapnya?
Baca kisah selengkapnya di After School Club.
BOOK review
Started on: 31.Juli.2012
Finished on: 1.Agustus.2012
After School Club by Orizuka
Judul Buku : After School Club
Penulis : Orizuka
Penerbit : Bentang Belia
Tebal : 244 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Started on: 31.Juli.2012
Finished on: 1.Agustus.2012
After School Club by Orizuka
Judul Buku : After School Club
Penulis : Orizuka
Penerbit : Bentang Belia
Tebal : 244 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Surat Kecil Untuk Tuhan
Kisah Nyata Gadis Berusia 13 Tahun Bertahan Hidup Dari Kanker Ganas Paling Mematikan Di Dunia
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
Terjadi pada orang lain
Mates, Dates, and Portobello Princess

- Pengarang : Cathy Hopkins
- Genre : Teenlit
- Tebal : 176 hlm ; 20 cm
- Penerbit : Gramedia
- Harga : 29.000 IDR
- Pertama terbit : 27 September 2001
- Cetakan : Maret 2004
- Tanggal Beli : 8 Juli 2011
Tapi Nesta tidak mau menyerah, sia bertekat membuat kagum orang-orang gedongan itu walaupun harus berpura-pura. Teman-teman Nesta berusaha sebisa mungkin membantunya, tapi semua tidak ada gunanya. Hanya Nesta yang bisa membantu dirinya sendiri. Dan itu berarti cepat atau lambat dia harus jujur pada Simon.
Review :
Oke, sekarang kita akan diajak mengikuti cerita dari sudut pandang Nesta. Saat itu Nesta sedang terjebak dalam sebuah kereta yang mogok. Hari Sabtu saat libur Paskah dan kereta sangat penuh, namun entah kenapa kereta berhenti dan penumpangnya terjebak selama tiga jam di dalamnya sementara seharusnya perjalanan ini memakan waktu tiga jam. Ckck.. Ia pun berkeluh kesah pada Lucy lewat telepon. Tapi untungnya saat itu kereta mulai bergerak dan Nesta keluar dari tempat persembunyiannya, toilet. Saat kembali ke tempat duduknya, rupanya kursi itu sudah terisi oleh seseorang dan hanya di depan seorang Cowok Keren yang kosong. Nesta berjalan ke sana namun tiba-tiba kereta tersentak dan Nesta jatuh terduduk di pangkuan si Cowok Keren. Jelas aja mereka lantas berkenalan. Simon Peddington Lee, tinggal di Holland Park dan berusia delapan belas tahun. Cowok tinggi, tampan, dan berkulit gelap itu berhasil memikat hati Nesta.
Begitu sampai di London, ia segera pergi ke rumah Izzie dimana ia, Izzie, dan Lucy berkumpul karena sudah tiga hari mereka tidak berjumpa. Nesta menceritakan pengalamannya dan menunjukkan bahwa ia terpikat pada cowok itu. Ahhai.. Sekarang giliran Nesta nih yang bakal dibikin pusing masalah cowok, dan pasti Izzie dan Lucy berusaha membantu sahabatnya ini.
Tapi sayangnya Nesta memulai hubungan ini dengan salah. Maksudku, dia nggak jadi dirinya sendiri. Pertama dia berbohong perihal sekolah, lalu ia juga ingin mengganti namanya menjadi dua nama belakang juga seperti halnya Simon, dan sekarang ia pura-pura bisa berkuda karena untuk kencan mereka besok mereka akan pergi berkuda. Alamak.. Izzie dan Lucy setidaknya sudah berusaha memberi saran agar Nesta menjadi dirinya sendiri, namun Nesta ngeyel..
Di rumah, ada kejadian yang lucu. Saat Ibunya mengajak dia dan Tony untuk bicara, Nesta langsung memohon agar Ibu dan Ayahnya mempertimbangkan dan berusaha untuk menjaga hubungan mereka. Nesta kira orang tuanya akan bercerai. Jelas aja Ibunya tertawa. Ternyata yang ingin di bicarakan Ibu Nesta adalah mengenai pengetatan keuangan keluarga terutama pengeluaran tambahan karena Ibunya terancam kehilangan pekerjaannya. Ibu Nesta adalah seorang pembaca berita senior di salah satu TV terkemuka. Tapi pihak produsen sedang memiliki agenda untuk membawa darah segar ke televisi mereka. Itu berarti posisi Ibunya bisa di gantikan oleh pembawa acara muda kapan saja. Dan itu berati pemasukan tetap dari Ibunya akan terhenti. Sementara Ayah Nesta adalah seorang sutradara lepas. Jadi kalau pas nggak ada kerjaan ya nggak ada pemasukan.
Hari berikutnya, Nesta berjumpa dengan Simon di Stasiun High Street Kensington, dekat dengan Istal dan Hyde Park, tempat mereka akan berkuda. Ternyata Simon tidak sendiri. Ada dua cewek bersamanya, yang satu adiknya, Tanya, dan satunya lagi teman adiknya, Cressida. Sikap Tanya sih bersahabat, tapi kalau Cressida penuh permusuhan. Di akhir kencan itu, Nesta mulai menyadari lewat sikap Cressida, bahwa ada dua kemungkinan, Cressida dan Simon pernah berpacaran, atau kalau tidak Cressida diam-diam naksir Simon. Nesta berniat untuk mencari tahu nanti. Oia, disini lagi-lagi Nesta bikin kita ketawa lhoo.. Ada saat dimana kuda yang ia tunggangi lewat di bawah sebuah pohon yang punya batang melintang dan karena tidak melihat kemungkinan untuk menerobos, Nesta pun tersangkut di pohon sementara kudanya tetap berjalan meninggalkannya. Wkakaka.. Saat ini sungguh konyol menurutku..
Hari berikutnya, mereka ─Nesta, Lucy, dan Izzie─ jalan-jalan ke Notting Hill dan memasuki butik-butik mentereng hanya untuk terkagum dan ngeri pada harga yang tertera di setiap label harga produk butik-butik itu. Mereka malah membandingkan dengan baju-baju buatan Lucy yang lebih unik dan orisinil. Lucy memang ingin jadi seorang perancang baju kelak selesai sekolah. Di toko terakhir sebelum mereka pulang sore itu, mereka berjumpa dengan salah satu Putri Portobello ─sebutan yang mereka berikan untuk Tanya dan Cressida─ yang juga sedang di toko itu, Cressida, si sombong. Tapi karena sebuah lelucon yang ─sumpa, aku aja ikut tertawa─ mereka buat, mereka bertiga meninggalkan toko dan Cressida dengan terbahak-bahak.
Hari berikutnya, mereka kumpul di rumah Nesta untuk sarapan dan ngobrol tentang hal-hal yang akan mereka lakukan kelak. Nah, saat inilah muncul Tony, dan ya ampun, cowok itu benar kena batunya. Ia sungguh cinta pada Lucy tapi Lucy lah yang sekarang memegang kendali. Sekarang kesannya Tony yang selalu berusaha memikat Lucy, padahal Lucy lah yang memutuskannya. Selama ini baru Lucy satu-satunya cewek yang berani mutusin Tony, makanya Tony shock.. Hha..
Well, kembali ke Nesta yang sedang berhasrat untuk memiliki duit banyak, makanya dia pergi ke East Finchley High Road, tempat dimana banyak kios-kios menjual kartu lotere. Ia sangat ingin memenangkan satu lotere yang bernilai ratusan ribu Pound. Tentu saja Izzie sudah mengingatkan bahwa perbandingan menangnya tu satu banding sejuta. Tapi Nesta yang keras kepala dan nekat akhirnya menghabiskan uang 30 Pound terakhirnya dalam kekalahan. Akibatnya, malamnya saat ia, Izzie, dan Lucy pergi ke Cyberdog, tempat nonggkrong gaul dan keren dimana nanti Izzie bakal manggung bersama band cowoknya, Ben, yang bernama King Noz, Nesta nggak punya duit sama sekali dan harus jengkel karena tidak bisa membeli makanan dan gelang yang ia inginkan. Tapi setidaknya ia mendapatkan pelajaran dari sikap materialismenya
Ternyata Simon dan Putri Portobello beneran datang ke Cyberdog. Nesta senang melihat Simon, cowok yang dia cintai dan juga melihat Cressida yang sangat sengsara berada di tempat yang ‘kumuh’ ini. Tapi Nesta masa bodo sama Cressida. Saat Nesta di dalam kamar mandi, ia mendengar pembicaraan antara Cressida dan Tanya tentang dirinya dan Simon. Tapi rupanya pembicaraan yang ia dengar dari bilik WC itu membuat hatinya sakit dan ia pun menangis karena ia tahu tentang motif Simon memacarinya. Tidak direncanakan, Nesta jadi terlalu mabuk dan saat Izzie dan King Noz tampil, cewek ini dancing heboh dan menarik perhatian penonton dari Izzie. Seusai mereka tampil, Izzie dan Lucy marah pada Nesta. Disinilah aku nggak suka pada sifat Nesta yang menyebalkan. Ia terlalu malu dan nggak mau Simon atau Cressida melihatnya masuk ke mobil orangtua Lucy yang saat itu menjemput mereka, VW kodok hijau toska bergaya hippie. Nesta pun memilih pulang dengan kereta api dalam keadaan mabuk. Sendiri.
Pagi berikutnya akhirnya ia sadar bahwa ia telah membuat marah OrangTua nya, Tony, Simon, Lucy dan terutama Izzie. Ia sangat sedih dan ingin menangis. Apalagi kalau mengingat segala hal tidak penting yang ia lakukan beberapa minggu terakhir ini karena sebenarnya ia memiliki segala kemewahan yang tidak dimiliki oleh banyak orang di luar sana. Ia kecewa pada dirinya sendiri dan ia pun berusaha memperbaiki segalanya.
Guys, dibandingkan buku pertama dan keduanya, aku lebih suka dengan buku ini, kenapa? Karena menurutku cerita di buku ini lebih asik dan banyak leluconnya. Aku suka karakter Nesta yang percaya diri dan humoris, jadi dia bisa menghidupkan suasana cerita. Belum lagi dengan adanya karakter Tony, kakaknya, dan bagaimana mereka digambarkan tidak pernah akur namun dalam artian yang lucu, bukan permusuhan. Hhihi.. Namun sangat digambarkan dengan jelas bagaimana Tony menyayangi adiknya ini. Padahal kalau mengingat hubungan mereka yang hanya se-ayah. Tapi aku salut pada hubungan persaudaraan mereka. Yah, intinya, aku suka keluarga Nesta yang hangat, Ayah dan Ibunya yang bijak, yang terutama sangat digambarkan di akhir cerita. Aku suka. Tapi jangan salah, kita juga dihadapkan dengan segala sifat Nesta yang cukup menyebalkan dan dari buku ini kita dapat suatu pelajaran, bahwa orang bisa sangat tamak pada satu kesempatan dan akhirnya sifat inilah yang membuat kita menghadapi hal-hal tidak mengenakan dan bahkan bisa membuat kita kehilangan orang-orang yang selama ini mendukung kita.
Walk Away

Judul : Walk Away
Penulis : Dilaika Septy
Penerbit : Bentang Belia ( PT. Bentang Belia )
Terbit : November 2012
Tempat Terbit : Yogyakarta
Tebal Buku : viii + 204 hlm, 19cm
Harga : Rp 27.500,00
Hujan dan air, mereka adalah sebuah kepastian.
Tidak bisa dikatakan hujan jika disana tidak ada air, dan kamu…..
Telah berhasil membuat aku selalu merindukan hujan.
Meskipun tidak pernah tahu kapan “hujan” itu kembali datang….
( halaman 199 )
Poconggg juga Pocong
POCONGGG JUGA POCONG Penulis : Pocongg Syahreza (arief muhammad)
Penyunting: Anwar Syafrani
Proof reader : Dewi Fita
ISBN : 620-220-002-4
Tebal : vi + 142 Halaman
Harga : Rp 36.000
Cover : Soft Cover
Penerbit : Bukune
Cetakan: I, 2011
Being 17
Penulis Berbakat Lomba Novel Teenlit Writer
2005Ada dua hal yang sangat penting dalam hidup Sandra Rosaline:
impiannya untuk pergi ke Paris dan cowoknya yang supercakep.Rian,
cowoknya itu, sedang meniti karir menjadi model dan bintang sinetron.
Meski sejak awal tidak menyukai kenyataan itu, Sandra selalu berusaha
mendukung Rian dan berusaha mempertahankan hubungannya, demi perasaannya
yang dalam pada Rian.Di sisi lain, Sandra malah lebih bisa membicarakan
impiannya pergi ke Paris dengan Andre, kakak kelasnya. Berdua mereka
les bahasa perancis, juga mendaftar untuk mendapat beasiswa belajar di
kota itu.Lama-kelamaan hubungannya dengan Andre kian terasa istimewa,
sementara Rian malah kian sibuk dan tidak bisa sering bersama Sandra.
Meski Sandra sangat yakin hubungannya dengan Andre jalan bareng. Sandra
bingung, manakah yang harus dia pilih: teman yang mengerti impiannya
atau pacar pacar pacarspersibuk yang dicintainya?
Detektif Sekolah
Sialnya, Tim TBS melupakan satu detail penting bahwa jumlah siswa SMA
Pemuda mencapai seribu lebih, dan sekitar 20 persennya berada di kantin.
Khusus di bagian gorengan, terdapat kerumunan yang cukup mengerikan."Kira-kira, siapa ya pelakunya?" ucap Tessa retoris, menatap hampa segerombolan siswa SMA yang dahaga akan gorengan.
"Momon akan coba ke sana!" ujar Momon.
"Menyelidiki, Mon?"
"Nggak, mau beli gorengan...."
"...."
Momon ngacir meninggalkan Tessa dan Bams. Jempol dan telunjuk Bams membentuk huruf v di dagunya, berpikir. Lima detik kemudian, warna wajah Bams mendadak cerah, ia menjentikkan jarinya tanda mendapat ilham atau semacamnya.
"Gue juga ke sana dulu, Tess," ujarnya.
"Menyelidiki, Bams?"
"Nggak, beli gorengan."
"...."
Tessa, sang penggagas tim detektif di SMA Pemuda, kerap hampir putus asa dengan kedua rekannya—Bams dan Momon—yang begitu unik. Namun, di balik keunikannya, keduanya datang membawakan bukti-bukti yang selalu bisa mendekatkan mereka kepada pelaku, yang mungkin saja ada di dekatmu.
Tim detektif yang terbentuk di taman belakang sekolah ini selalu siap beraksi untuk kasus- kasus yang bikin penasaran. Misteri adalah tantangan bagi mereka. Dengan semangat pantang menyerah, detektif sekolah ini akan selalu siap beraksi sampai kasus selesai. Akan selalu ada jawaban di balik pertanyaan yang pelik—dan akan selalu ada cara untuk mempertahankan kesetiakawanan yang diuji.
Tessa, Bams, dan Momon—mereka siap mengungkap kasus sampai tuntas, menangkap pelaku sampai dapat!
| Berat | 0.23 kg | |
| Tahun | 2012 | |
| Halaman | 220 | |
| ISBN | 6022200288 | |
| Penerbit | Bukune | |
| Kategori | Buku › Novel & Sastra › Novel Umum |
My Pinky Moments
Hari-hari yang pinky sungguh membuat Aisyah bingung. Bingung dengan kelakuan keempat abangnya berburu hadiah serba pink. Bingung dengan ulah teman-temannya yang sibuk cari pasangan. Aisyah juga bingung, kenapa justru warna pink yang muncul di wajahnya ketika Mr. Penyair menghampiri?
Lalu apa arti momen pink itu bagi Elisa, si mantan model? Kenapa pula bayangan valentine yang romantis dan pinky, mendadak erbah megerika dan penuh horror? Semua dimulai ketika lelaki valentine itu datang. Ya, laki-laki valentine itu…
Chat for a Date
Ya gitu deh yang terjadi belakang ini di SMA 2000. Para ABG-ers itu kena
demam chatting. Bahkan Icha, sohib Aisyah Putri yang belum lama pakai
jilbab sampai punya rencana nikah setelah beberapa kali chatting dengan
cowok yang punya nickname Cute Guy. Nikah? Ya ampyuuun ... sampai
segitunya.Ternyata lagi demam internet juga melanda abang-abangnya Aisyah Putri, lho. Ke empat cowok yang merasa ganteng itu ikut-ikutan chatting, blogging ... friendster, multiply, face book, you know-lah ...
Eh, jangan lupa ada tips-tips dari Aisyah Putri supaya tetap PD-lah, apa hubungannya pede ama chatting ya? Hehehe. Terus, tips chatting Islami, bahkan ada bonus interview Aisyah dengan Mba Asma Nadia, yang ternyata suka nge-net juga, lho! Makanya bawa buku ini ke kasir biar ngintip halamannya jadi halal. Hehehe ...
Finding You

Akankah penantian Desya akan Ival berakhir manis atau tragis? Mungkinkah ia berpaling kepada Aldo? Rahasia apa yang disembunyikan Aldo dari Desya? Diramu dengan bahasa khas anak muda, novel ini tidak hanya mengingatkan kita akan indahnya masa SMA, tetapi juga mengajarkan arti persahabatan, keluarga, dan tulusnya cinta.
***
“Ceritanya bagus, lucu, seru, apalagi puisi-puisinya. Widih…, semriwing. Kreatif abis, deh!”
Citra - mahasiswi Akademi Akuntansi YAI, angkatan 2007.
Citra - mahasiswi Akademi Akuntansi YAI, angkatan 2007.
Alur cerita novel ini seru, gokil, menegangkan, terharu, nggak ngebosenin, dan bikin penasaran. Jadi inget masa-masa SMA. Pokoknya, novel Niena kudu, harus dibaca!
Gladis - staf ERA Property.
Nyebelin…, ngeselin…, nge-BT-in abiz. Desya ‘n Ival bikin iri aja, nech! Ceritanya lucu abiz, menegangkan, ‘n romantiz banget. Deg-degan baca novel ini. Pengen cepet-cepet dapetin endingnya. Eits…, tapi setelah sampai endingnya malah ketagihan ngulang baca lagi. Cerita ‘n adegannya itu, loch! Duch, bikin ketawa-ketawa sendiri. Sekalinya sedih, huft…, bikin sesenggukan. komplit, dech! Apalagi kisah-kisah romantizznya bikin mupeng. Aku juga mau….
Jepi - mahasiswi Universitas Esa Tunggal, jurusan akuntansi, angkatan 2010.
| ISBN | : | 9786021912942 |
| Rilis | : | 2012 |
| Penerbit | : | Diva Press |
| Bahasa | : | Indonesia |
Langganan:
Postingan (Atom)




Penulis : Margaret