(Dokumentasi Pribadi. Stasiun Cirebon 1 Juli 2016) |
Selama 72 tahun KAI berkiprah, KAI semakin
memperhatikan kepuasan pelayanan terhadap penumpangnya. Teringat jelas sekitar
tahun 2000-an, pelayanan KAI masih kurang baik. Tidak ada ketegasan dari KAI
yang membuat banyak penumpang nekat naik ke atas gerbong rel kereta tanpa
memikirkan resiko yang akan diterima. Banyaknya calo tiket yang membuat
penumpang rela merogoh kocek lebih dalam agar dapat menaiki kereta yang
diinginkan. Di dalam gerbong kereta pun banyak penumpang yang rela duduk di
bawah atau berdiri karena padatnya penumpang yang tak beraturan dan dapat
membeli tiket kereta di atas gerbong. Bahkan saat itu juga masih banyak
pedagang asongan yang naik dan turun selama di pemberhentian stasiun-stasiun. Kenyamanan
penumpang terganggu, tak jarang terjadi tindakan pencurian karena terlalu
padatnya penumpang dan kita lalai untuk menjaga barang berharga.
Perubahan-perubahan pun terjadi, KAI
memperketat agar tidak ada lagi calo yang memperjual belikan tiket dengan harga
yang tinggi. Saat itu memang terjadi pro dan kontra, namun KAI dengan bijaknya
membuat peraturan tersebut agar penumpang menjadi lebih tertib dan membeli
harga tiket yang sesuai. Kesesuaian penumpang di kereta dengan tempat duduk
yang ada juga membuat penumpang menjadi semakin nyaman, penumpang kereta jarak
jauh pasti merasakan ketidaknyamanan jika harus berdiri untuk jangka waktu yang
lama atau hanya bisa duduk di bawah dengan kondisi lantai kereta yang kotor.
Saat ini penumpang yang ingin
menggunakan kereta api pun dipermudah dengan pelayanan pembelian tiket melalui
aplikasi dan web resmi atau aplikasi lain yang bekerja sama dengan KAI karena
dengan menggunakan smartphone dan
internet penumpang dengan mudah dapat mengaksesnya tanpa harus datang ke
stasiun dan mengantri. Di stasiun pun terdapat loket juga mesin untuk pembelian
tiket, pembaharuan tersebut agar tidak terjadi penumpukan di loket stasiun. Jika
melihat ke masa lampau, kita mengingat jika ingin membeli tiket kita hanya bisa
membeli melalui loket di stasiun dengan antrian yang cukup panjang atau
agen-agen yang menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.
Stasiun-stasiun kereta api terus
mengalami renovasi, agar membuat penumpang yang akan berangkat terasa nyaman. Stasiun
terus dijaga kebersihannya, terdapatnya ruang tunggu yang nyaman, juga
disediakan tempat-tempat makan karena banyak penumpang yang menunggu kereta
datang untuk menyempatkan makan terlebih dahulu.
Pelayanan KAI terhadap penumpang
menjadi prioritasnya. Kemudahan dan kenyamanan membuat penumpang tetap setia
menggunakan kereta api. Pemberian fasilitas internet gratis di dalam kereta
mungkin bisa menjadi salah satu pembaharuan dari KAI di masa mendatang. Pemeriksaan
AC yang ada di dalam gerbong kereta lebih tanggap karena di beberapa kereta
pernah beberapa kali bocor dan menetes sehingga merugikan penumpang jika kereta
sedang penuh tidak dapat berpindah. Pelayanan kebersihan yang lebih ditingkatkan
terutama untuk toilet di dalam kereta. Penambahan stok makanan dan minuman
kemasan juga diperhatikan karena tidak semua penumpang membeli makanan berat.
Kekurangan yang dialami KAI selama
72 tahun semakin berkurang dan mungkin di masa yang akan datang juga KAI tetap
menjadi pilihan utama karena ketepatan waktu dan kenyamanan yang terus
ditingkatkan. Event tiket promo dari
KAI pun selalu diburu dan dinanti oleh masyarakat. Hal itu membuktikan bahwa
KAI selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Indonesia yang akan
bepergian. Perubahan dari tahun ke tahun dari KAI untuk menjadikan kereta api
sebagai salah satu jasa transportasi darat favorit masyarakat Indonesia. Sukses
terus Kereta Api Indonesia!